Rabu, 27 Maret 2019

Terimakasih karena  selalu ada dan mengembalikan tawa saat aku terpuruk rapuh...  terimakasih telah menjadi seperti langit yang selalu ada ...dengan hiasan bintangnya...dengan kegelapannya..dengan panas mataharinya...dan kadang dengan mendungnya..tapi tak pernah pergi... jangan tanyakan seberapa besar aku menyayangimu...?? Yang pasti tidak melebihi tuhannmu..tidak melebihi kedua orangtuamu...tapi jauh lebih besar dari kasihsayangmu padaku...Maaf...karna kadang aku memberimu beban dan kekhawatiran...dan kamu selalu sabar menghadapinya...Satu hal yang selalu ku syukuri...aku mengenalmu..dan bisa mencintai dan menyayangimu dan satuhal yang selalu kupinta pada tuhan...semoga kelak..kamu yang menjadi imamku..dan  semoga kelak aku bisa memberimu kebahagiaan...dan kelak aku bisa menyebutmu adalah miliku....I ALWAYS LOVE YOU ALWAYS MISS YOU ALWAYS NEED YOU♡♡ RHIKY♡♡13-09-2018~ISMAWATI~

Selasa, 26 Maret 2019

Ku dengar

Ibu...
Bukankah hatimu tersentuh saat kau dengar nama itu..?? Siapa dia..??
Sering ku dengar cerita tentangnya.. katanya dia adalah malaikat yang selalu tetjaga di sepertiga malamnya..saat kau merengek dan membangunkan lelap tidurnya..dia yang selalu tersenyum saat kau membuatnya jengkel...katanya,, dia selalu mudah tersentuh hatinya karna ronta kenakalanmu..tak jarang ia menangis saat kau membuat hati kecilnya terluka...
Dia...yang paling merasa sakit saat engkau terluka...
Dia yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanmu...
Dia yang mengorbankan waktu dan tenaganya tanpa mengharap imbalan sedikitpun darimu....
Katanya kata maaf dan terimakasih tak pernah cukup untuk menebus kesalahanmu dan membalas  jasanya
Hartamu tak ada nilainya sama sekali dibanding pengorbanannya.. dan ku dengar penyesalan terdalam belum cukup mengungkapkan besarnya kesalahanmu  dan pedihnya rasa kehilanganmu saat ia telah tiada.

Pelangi

Jangan pernah marah kepada hujan...yang  turun dan membasahi  permukaan bumi... saat tumbuhan tengah menikmati fotosintesisnya...bukanakah sebelumnya ia telah memberi isyarat kepada awan....??
Jangan marah kepada pelangi...yang hanya datang sesaat  lalu pergi..
Menyimpan keindahan tapi kemudian mengambilnya....jangan marah,, karna pelangi tak berdaya..karna ia hanya berada diantara saat hujan telah reda dan kemudian mentari menyapa...
Nikmatilah keindahannya saat ia tiba...dan relakanlah kepergiannya saat ia tiada...

Entahlah

Dikala itu....langit mulai memerah  menyambut gelap yang tek bercahaya
Mengintip mimpi yang tak pernah berujung nyata...berdiskusi dengan hembusan angin yang menggigit raga....
Seringkali ku bertanya pada malam yang tak pernah berkesudahan...pada pagi yang selalu menyambut siang....
Tidak pernahkah mereka lelah datang dan pergi ...tanpa tau orang-orang letih menanti dan merelakan....
Senja yang tak pernah ingkar dengan meganya...begitu pula pagi yang tak pernah terlambat dengan fajarnya...
Sungguh...ini begitu membingungkan...mungkinn dalam setiap siklus kehidupan...butuh terang dan gelap...
Demi mencukupi apa yang dinamakan keseimbangan...
Entahlah...tapi mungkin senja selalu berkomitmen dengan pagi...
Kata pagi...sambut aku saat engkau masih menemani mereka...dan kata senja...sambutlah aku ketika engkau telah lelah...

sungguh, marah saat kecewa sama sekali tidak ada gunanya  hanya luapan emosi yang akan menghilangkan hal-hal berharga dalam diri, kamu tau ?...