Rabu, 27 Maret 2019
Selasa, 26 Maret 2019
Ku dengar
Ibu...
Bukankah hatimu tersentuh saat kau dengar nama itu..?? Siapa dia..??
Sering ku dengar cerita tentangnya.. katanya dia adalah malaikat yang selalu tetjaga di sepertiga malamnya..saat kau merengek dan membangunkan lelap tidurnya..dia yang selalu tersenyum saat kau membuatnya jengkel...katanya,, dia selalu mudah tersentuh hatinya karna ronta kenakalanmu..tak jarang ia menangis saat kau membuat hati kecilnya terluka...
Dia...yang paling merasa sakit saat engkau terluka...
Dia yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanmu...
Dia yang mengorbankan waktu dan tenaganya tanpa mengharap imbalan sedikitpun darimu....
Katanya kata maaf dan terimakasih tak pernah cukup untuk menebus kesalahanmu dan membalas jasanya
Hartamu tak ada nilainya sama sekali dibanding pengorbanannya.. dan ku dengar penyesalan terdalam belum cukup mengungkapkan besarnya kesalahanmu dan pedihnya rasa kehilanganmu saat ia telah tiada.
Pelangi
Jangan pernah marah kepada hujan...yang turun dan membasahi permukaan bumi... saat tumbuhan tengah menikmati fotosintesisnya...bukanakah sebelumnya ia telah memberi isyarat kepada awan....??
Jangan marah kepada pelangi...yang hanya datang sesaat lalu pergi..
Menyimpan keindahan tapi kemudian mengambilnya....jangan marah,, karna pelangi tak berdaya..karna ia hanya berada diantara saat hujan telah reda dan kemudian mentari menyapa...
Nikmatilah keindahannya saat ia tiba...dan relakanlah kepergiannya saat ia tiada...
Entahlah
Dikala itu....langit mulai memerah menyambut gelap yang tek bercahaya
Mengintip mimpi yang tak pernah berujung nyata...berdiskusi dengan hembusan angin yang menggigit raga....
Seringkali ku bertanya pada malam yang tak pernah berkesudahan...pada pagi yang selalu menyambut siang....
Tidak pernahkah mereka lelah datang dan pergi ...tanpa tau orang-orang letih menanti dan merelakan....
Senja yang tak pernah ingkar dengan meganya...begitu pula pagi yang tak pernah terlambat dengan fajarnya...
Sungguh...ini begitu membingungkan...mungkinn dalam setiap siklus kehidupan...butuh terang dan gelap...
Demi mencukupi apa yang dinamakan keseimbangan...
Entahlah...tapi mungkin senja selalu berkomitmen dengan pagi...
Kata pagi...sambut aku saat engkau masih menemani mereka...dan kata senja...sambutlah aku ketika engkau telah lelah...
Mengintip mimpi yang tak pernah berujung nyata...berdiskusi dengan hembusan angin yang menggigit raga....
Seringkali ku bertanya pada malam yang tak pernah berkesudahan...pada pagi yang selalu menyambut siang....
Tidak pernahkah mereka lelah datang dan pergi ...tanpa tau orang-orang letih menanti dan merelakan....
Senja yang tak pernah ingkar dengan meganya...begitu pula pagi yang tak pernah terlambat dengan fajarnya...
Sungguh...ini begitu membingungkan...mungkinn dalam setiap siklus kehidupan...butuh terang dan gelap...
Demi mencukupi apa yang dinamakan keseimbangan...
Entahlah...tapi mungkin senja selalu berkomitmen dengan pagi...
Kata pagi...sambut aku saat engkau masih menemani mereka...dan kata senja...sambutlah aku ketika engkau telah lelah...
Langganan:
Komentar (Atom)
sungguh, marah saat kecewa sama sekali tidak ada gunanya hanya luapan emosi yang akan menghilangkan hal-hal berharga dalam diri, kamu tau ?...
-
Ibu... Bukankah hatimu tersentuh saat kau dengar nama itu..?? Siapa dia..?? Sering ku dengar cerita tentangnya.. katanya dia adalah malai...
-
Dikala itu....langit mulai memerah menyambut gelap yang tek bercahaya Mengintip mimpi yang tak pernah berujung nyata...berdiskusi dengan h...